Saturday, September 19, 2015
Teringat beberapa waktu lalu
ketika menghadapi anak yang "kerasukan". Setelah sampai di tempat,
saya melihat si anak berteriak teriak, bahkan katanya sebelumnya mengamuk.
Sayapun ambil tindakan, saya tenangkan dia, say yakinkan dia bahwa dia aman
dengan saya, bahwa saya akan membantunya. Lalu si anak mulai tenang, tapi masih
belum dibangunkan.
Tapi, belum selesai saya
"sembuhkan", tiba tiba seorang kakek yang dianggap "orang
pintar" datang, kemudian memijit jari si anak dengan sekeras kerasnya,
sehingga si anak berteriak teriak kesakitan. Hingga setelah beberapa saat
kemudian si anak terbangun alias "sembuh". Tapi, saya merasa sangat
kasihan. Karena jarinya yang dipijit terlihat sangan merah. Dan si anak juga
merasa kesakitan.
Apakah si kakek benar benar sakti?
Apakah cara yang dilakukan si
kakek bisa juga kita lakukan untuk menangani kerasukan?
Jawabannya:
kalau pertanyaannya sakti atau
tidak, bisa iya bisa tidak. Sakti itu kan sesuatu yang bisa dilakukan orang
lain tapi tidak bisa kita lakukan dan "aneh" buat kita.
Nah.. buat beberapa orang mungkin
"sakti", tapi buat saya biasa saja. Why? Karena itu memang biasa. :-)
Lalu apakah itu memang cara yang
bisa dilakukan untuk menangani kerasukan?
Ya, bisa saja. dan bisa dilakukan
oleh siapa saja. termasuk anda.
Benarkah?
Ya, banar! Begini, "kerasukan"
dalam pemahaman kita, pelaku hipnosis dan psikolog, bukanlah karena seseorang
dirasuki jin, tapi karena dia sedang "kabur".
Kabur?
Ya! Kabur!
Ketika seseorang sedang dalam
tekanan mental, sedang dihadapkan dengan kenyataan yang berat bagi dia, maka
orang itu punya dua pilihan, yaitu hadapi atau kabur. Dan ketika memilih kabur, maka diapun punya dua
pilihan, lari ke tempat lain, atau lari ke dalam dirinya (alam bawah sadarnya).
Ketika dia lari ke dalam dirinya ini
kemudian bisa memunculkan banyak tindakan, tergantung emosi yang menguasainya.
Bisa menangis, berteriak, tertawa, dan semua ini terlihat tanpa sebab. Tapi
yang jelas, dia kehilangan alam sadarnya. Inilah yang oleh kebanyakan orang disebut “KERASUKAN”.
Ketika dia lari ke dalam dirinya,
disana dia merasa aman, lebih nyaman daripada di dunia nyatanya, dimana di
dunia nyata dia harus berhadapan dengan masalah yg dia hadapi, sedangkan di alam bawah sadanya dia tidak ada
masalah. Sehingga dia betah di sana.
1 hal yang perlu dicatat:
ORANG KERASUKAN MASIH BISA
MENDENGAR DAN MERASAKAN ORANG ORANG DI SEKITARNYA
sehingga, jika kita berbicara,
dia pasti bisa mendengarnya, walaupun tidak ada respon yang diberikan.
Nah, untuk mengatasi hal ini, ada
tiga jalan yg bisa kita lakukan untuk menyadarkannya.
1.
Buat dia tenang. Yakinkan dia
bahwa dia aman dan nyaman setelah dia bangun nanti. Buat dia merasa kamu pasti
membantunya. Intinya buat dia merasa nyaman untuk kembali ke alam sadarnya. Ini
bisa dilakukan dengan berbicara dan menyentuhnya atau merangkulnya.
2.
Ingat, dia lari ke dalam
dirinya untuk menghindari tekanan mental / masalanya yang berarti rasa tidak
nyamannya. Nah, kita bisa membuat keadaan yang sebaliknya. Buat dia justru
tidak nyaman ketika sedang di alam bawah sadarnya. Bisa dengan menyakitinya dan
memintanya untuk sadar (biasanya orang2 dulu mengatakan "ayo jin! keluar
dari dirinya!"). Lakukan itu sampai dia merasa sangat tidak nyaman dan
akhirnya kembali ke alam sadarnya. Inilah yang dilakukan si kakek tadi. Tapi
tentu saja ada resikonya. Salah satunya adalah rasa sakit di badannya akibat
"penyiksaan" yang diterimanya ketika dia sedang "kerasukan"
tadi. Bahkan, dari pengalaman,
pernah ada murid yang sampai luka dan lebam badannya. Sembuh sih sembuh. Tapia
da sakit lain yang harus ditanggungnya.
atau, gunakan cara yang ke tiga:
3.
Biarkan saja. Jangan diapa
apakan, jangan diajak bicara. Sudah biarkan saja. Nanti dia akan bangun sendiri.
Tapi, ada resikonya juga, yaitu takutnya malah jadi semakin berat. Maksudnya?
ada yang namanya "Comma State", dimana dia lari ke alam bawah
sadarnya yang paling dalam dan disana yang dia rasakan hanya euforia,
kebahagiaan. Sehingga dia merasa nyaman disana dan enggan untuk kembali ke alam
sadarnya. Dan akhirnya dia terus berada disana. Ini yang disebut dengan kondisi
"KOMA".
Nah…
Jadi, mitos ini sebenarnya bukan mitos, tapi fakta, adan masuk akal kalau
dikaji. Dengan memijit keras keras orang yang kerasukan akan membuatnya sadar
kembali. Tapi tentu saja, dengan resiko yang saya sebutkan di atas.
Lalu apa yg seharusnya kita lakukan?
Hal yang paling tepat menurut saya adalah cara
yang pertama. Membuatnya tenang dan meyakinkan bahwa dia pasti nyaman setelah
dia sadar annti. Mungkin memang butuh waktu untuk menyadarkannya, tergantung
kepada “kesaktian” kita dalam meyakinkan dia.
J
Friday, June 5, 2015
On 14:38 by Irmanto in al thera, al thera center, althera, altheracenter, hipnosis, hipnoterapi, hipnoterapi sumenep, hipnotis, hipnotis cepat, hipnotis sumenep, pelatihan hipnotis di sumenep, video No comments
Thursday, October 23, 2014
On 06:44 by Irmanto in al thera, al thera center, althera, altheracenter, Artikel, prana shakti sumenep No comments
Prana Shakti adalah teknik energi esoteris yang berakar dari tradisi mistik Tibet kuno, dan merupakan bagian dari Meditasi Shamballa, yaitu suatu teknik meditasi untuk memasuki ruang kesadaran murni yang dikenal dengan sebutan Shamballa, Shangri-La, atau titik Samadhi.
Prana Shakti merupakan teknik energi yang tertinggi, oleh karena itu bagi mereka yang mempelajari teknik ini, akan memiliki keselarasan terhadap seluruh energi alam semesta, dan memiliki akses tanpa batas ke seluruh energi alam semesta, apapun jenis vibrasi maupun fungsinya!
Prana Shakti adalah “kunci pembuka ilmu“. Seorang praktisi Prana Shakti adalah Grandmaster dari seluruh tradisi energi, karena dapat melakukan inisiasi terhadap diri sendiri dan juga terhadap orang lain atas seluruh tradisi energi yang pernah ada dimuka bumi ini.
Prana Shakti adalah suatu keilmuan yang bersifat universal, oleh karena itu dapat dipelajari oleh siapapun juga, dan tidak mengacu kepada agama atau keyakinan tertentu. Seluruh energi (Subtle Energy) di alam semesta ini pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu : Prana yang berorientasi ke Makrokosmos (Jagad Besar) dan Shakti yang berorientasi ke Mikrokosmos (Jagad Kecil).
Melalui suatu proses penyelarasan yang dikenal dengan istilah Abhiseka & Shaktipat, seorang Praktisi akan dibimbing oleh seorang Prana Shakti Master untuk memasuki kesadaran alam semesta, atau kesadaran Prana Shakti. Setelah Praktisi memperoleh penyelarasan Prana Shakti, maka secara otomatis Praktisi akan memiliki kemampuan untuk mengakses seluruh energi yang terdapat di alam semesta ini, baik yang termasuk dalam kelompok Prana maupun yang termasuk dalam kelompok Shakti.
- Prana merupakan energi yang berorientasi terhadap Makrosmos. Contoh dari energi-energi yang termasuk dalam kelompok ini adalah : Reiki, Ling Chi, Karuna, Seichim, Prana (Choa Kok Sui), Drisana, Neriya, Golden Triangle, Ra-Sheeba, dll.
- Shakti merupakan energi yang berorientasi terhadap Mikrokosmos. Contoh dari energi-energi yang termasuk dalam kelompok ini adalah : Kundalini, Tenaga Dalam Hikmah, Tenaga Dalam Inti, dll.
Praktisi Prana Shakti tingkat pertama juga akan memiliki kemampuan untuk memberikan Attunement atas energi-energi dimaksud terhadap orang lain sehingga seorang Praktisi Prana Shakti walaupun masih dalam tingkat pertama, adalah seorang Grand Master dari seluruh teknik untuk mengakses energi alam semesta ! Prana Shakti merupakan teknik yang paling tepat bagi mereka yang ingin memahami filosofi dasar dari keberadaan energi alam semesta.
___________________________________________Shamballa is simply a word conveying the idea of a vast focal point of energies which are assembled and brought together by the planetary Logos in order to create a manifestation adequate to His unfolding intention and planetary service.
Informasi:
Yayasan Al-Ghazali Sumenep
Jl. Raya Batang Batang Kcc. Batang Batang Sumenep 69473
Telp. : 0328 511720
CP : 081803121404
http://pranashakti.com/apa-itu-prana-shakti/
Wednesday, October 22, 2014
On 14:41 by Irmanto in al thera, al thera center, althera, altheracenter, Artikel, hipnoterapi, hipnoterapi sumenep, hipnotis, hipnotis sumenep No comments
(hanya sebuah hipotesa)
Kita (muslim) sudah sama sama tahu bahwa semua amal / perbuatan kita dicatat oleh Allah melalui ke 2 malaikat-Nya, Rokib dan Atid. Segala hal, sekecil apapun, baik yang kita rasa, dengar, raba, lihat, cium dan bahkan pikiran dan perasaan kita, semuanya dicatat oleh Allah untuk kemudian diberikan balasan sesuai dengan hukum yang ada. Yang baik dibalas dengan kebaikan dan yang buruk dibalas dengan keburukan pula.
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 7-8)
(sebuah pertanyaan kecil saat saya kecil : gimana ya ke 2 malaikat itu nyatet jutaan ummat manusia :-D )
Tahukah kamu? bahwa dalam teori hukum pikiran, dikatakan bahwa:
"memori / kenangan / pengalaman APAPUN, baik itu perbuatan, perkataan, pikiran ataupun perasaan, tersimpan untuk selamanya dalam pikiran kita"
juga,
"tidak ada memori / kenangan / pengalaman APAPUN, baik itu perbuatan, perkataan, pikiran ataupun perasaan, yang bisa dihapus atau dihilangkan"
Teori di atas dalam praktek relaksasi pikiran (hipnosis), dibuktikan dan menjadi acuan sebuah teknik hipnoterapi yang disebut dengan AGE REGRESSION, dimana klien dibawa pada masa lalunya untuk menemukan akar masalah dan kemudian diselesaikan.
Teknik Age Regression ini sudah sangat lumrah dan terbukti bisa dilakukan, membawa klien pada masa masa tertentu yang pernah dilewatinya.
Dari catatan di atas, pikiran saya kemudian berhipotesa bahwa ada kemiripan antara ajaran Islam tentang catatan amal manusia dengan teori ilmiah pikiran. Keduanya sama sama menyatakan bahwa semua apa yang kita perbuat, rasakan, alami atau semua yang berhubungan langsung dengan kita, SELALU dan PASTI dicatat.
Hanya saja, dalam bahasa ilmiah, catatan itu ada dalam pikiran kita sedangkan dalam bahasa Islam, catatan itu ada pada malaikat malaikat Allah.
Saya tidak mengatakan bahwa catatan amal manusia itu adalah pikiran manusia itu sendiri. Akan tetapi, benang merah yang tertarik dalam pikiran saya antara ajaran islam tentang catatan amal dan hukum pikiran di atas adalah sebenarnya ajaran ajaran agama yang terkadang terlihat mustahil dalam pandangan kita, sebenarnya semua itu ditunjukkan ke-logikaannya dalam kehidupan sehari hari. Hanya tinggal apakah kita mempelajarinya atau tidak.
Seperti kemustahilan Nabi Muhammad dalam Isro' Mi'roj-nya, yang kemudian ditemukan kebenarannya dalam conoh kecil dalam kehidupan, yaitu dengan adanya pesawat terbang yang bisa melesat lebih cepat dari pandangan mata bahkan lebih cepat dari suara, dan keanehan dan kemustahilan catatan amal manusia yang ditunjukkan dalam catatan memori kehidupan kita dalam pikiran.
Ini hanya sebuah hipotesa, perlu pengkajian dan pendalaman lagi.
Mudah mudahan bermanfaat...
Amin
Kita (muslim) sudah sama sama tahu bahwa semua amal / perbuatan kita dicatat oleh Allah melalui ke 2 malaikat-Nya, Rokib dan Atid. Segala hal, sekecil apapun, baik yang kita rasa, dengar, raba, lihat, cium dan bahkan pikiran dan perasaan kita, semuanya dicatat oleh Allah untuk kemudian diberikan balasan sesuai dengan hukum yang ada. Yang baik dibalas dengan kebaikan dan yang buruk dibalas dengan keburukan pula.
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 7-8)
(sebuah pertanyaan kecil saat saya kecil : gimana ya ke 2 malaikat itu nyatet jutaan ummat manusia :-D )
Tahukah kamu? bahwa dalam teori hukum pikiran, dikatakan bahwa:
"memori / kenangan / pengalaman APAPUN, baik itu perbuatan, perkataan, pikiran ataupun perasaan, tersimpan untuk selamanya dalam pikiran kita"
juga,
"tidak ada memori / kenangan / pengalaman APAPUN, baik itu perbuatan, perkataan, pikiran ataupun perasaan, yang bisa dihapus atau dihilangkan"
Teori di atas dalam praktek relaksasi pikiran (hipnosis), dibuktikan dan menjadi acuan sebuah teknik hipnoterapi yang disebut dengan AGE REGRESSION, dimana klien dibawa pada masa lalunya untuk menemukan akar masalah dan kemudian diselesaikan.
Teknik Age Regression ini sudah sangat lumrah dan terbukti bisa dilakukan, membawa klien pada masa masa tertentu yang pernah dilewatinya.
Dari catatan di atas, pikiran saya kemudian berhipotesa bahwa ada kemiripan antara ajaran Islam tentang catatan amal manusia dengan teori ilmiah pikiran. Keduanya sama sama menyatakan bahwa semua apa yang kita perbuat, rasakan, alami atau semua yang berhubungan langsung dengan kita, SELALU dan PASTI dicatat.
Hanya saja, dalam bahasa ilmiah, catatan itu ada dalam pikiran kita sedangkan dalam bahasa Islam, catatan itu ada pada malaikat malaikat Allah.
Saya tidak mengatakan bahwa catatan amal manusia itu adalah pikiran manusia itu sendiri. Akan tetapi, benang merah yang tertarik dalam pikiran saya antara ajaran islam tentang catatan amal dan hukum pikiran di atas adalah sebenarnya ajaran ajaran agama yang terkadang terlihat mustahil dalam pandangan kita, sebenarnya semua itu ditunjukkan ke-logikaannya dalam kehidupan sehari hari. Hanya tinggal apakah kita mempelajarinya atau tidak.
Seperti kemustahilan Nabi Muhammad dalam Isro' Mi'roj-nya, yang kemudian ditemukan kebenarannya dalam conoh kecil dalam kehidupan, yaitu dengan adanya pesawat terbang yang bisa melesat lebih cepat dari pandangan mata bahkan lebih cepat dari suara, dan keanehan dan kemustahilan catatan amal manusia yang ditunjukkan dalam catatan memori kehidupan kita dalam pikiran.
Ini hanya sebuah hipotesa, perlu pengkajian dan pendalaman lagi.
Mudah mudahan bermanfaat...
Amin
Subscribe to:
Posts (Atom)
Search
AUTHORIZED BY







